Sabtu, 18 Juni 2011

Mencari Harta Karun Bung Karno

Ini pengalaman nyata menjelang tahun-tahun krismon, tepatnya 1997 kemaren. Mau bisnis, duit simbah ditilep sama tetangga sekaligus rekan ngaji di mesjid. Padahal konco akrab, tapi jadi tega gara-gara kepepet. Duit 7,5 juta ripis di saat kurs dollar cuma 3 rebuan digondol ke arah gak jelas. Kira-kira itu setara dengan 20 juta ripis zaman sekarang. Bukan hanya simbah yang kena, si konco simbah ini, sebut saja si Kruwil, juga berhutang ke banyak  teman yang lain, Bank dan para rentenir. Total hutangnya lebih dari setengah M.
Karena sudah kepepet dan malu, ditempuhlah jalur klenik demi menyelesaikan tanggungan utangnya. Pucuk dicinta, dukun pun tiba. Tersebutlah Mbah Haryo Congor sang dukun sakti, menjanjikan akan menyelesaikan segala urusan si Kruwil. Si Kruwil pin didatangi. Ditawari harta karun Bung Karno. Mulanya mbah Dukun itu dicibir, karena si Kruwil ini meskipun kesrakat, dulunya pernah berguru ke Pesantren Ngruki. Tapi herannya si Kruwil jadi berubah 180 derajat. Apa sebabnya?


harta karun bung karno 
 
Harta Karun Bung Karno

Pagi hari simbah nagih hutang ke rumah Kruwil malah dikasih cerita yang ngedab-edabi. Katanya dia barusan ditawari duit limapuluh rebuan gambar Simbah Mesem volumenya 1 meter kubik. Panjang, lebar dan tingginya tumpukan duit itu 1 meter. Katanya lagi, dia pegang sendiri uang itu dan memang nyata. Hanya saja miturut congornya Mbah Haryo Congor, duit itu hanya berujud duit kalo di ruangan itu saja. Kalo dibawa keluar bisa berubah jadi daun. Agar bisa berujud duit selama-lamanya perlu ditebus dulu maharnya.
Maka si Kruwil jadi mata gelap gara-gara lihat duit sebanyak semeter kubik itu. Maka dicarilah pinjaman ke sana-kemari buat memenuhi mahar Mbah Congor tadi. Mulanya diminta 3 juta, buat manggil keturunan Bung Karno untuk dimintai idin palilahnya (mbuh istilah opo iki..??). Ha kok besoknya ada pemuda parlente mengaku-ngaku keturunan Bung Karno dari jalur selir yang gak jelas datang ke rumah si Kruwil. Trus di ajak ke Padepokan Nyai Roro Kidul di dekat Parangtritis guna menyempurnakan ritual, mbuka ikatan ghaib duit tadi.
Sebagaimana sudah simbah duga, acara itu cuma trik gombal buat nggambusi si Kruwil. Mbah Congor minta tambahan mahar lagi. Katanya Nyai Roro Kidul belum berkenan rawuh, karena syaratnya kurang. Walah Nyi Roro Kidul kok doyan duit, danyang nggragas temen.
Akhirnya si Kruwil tombok lagi. Dan itu berulangkali terjadi. Mereka (komplotan Mbah Haryo Congor) ini selalu mengatakan nyaris berhasil, kurang dikit aja, kurang sempurna syaratnya, dlsb. Akhirnya si Kruwil malah tambah keblondrok utang. Tiap hari nggambusi penagih hutang. Orangtua dan sanak kerabatnya kompak disuruh bohong jika ada penagih hutang datang. Simbah jadi kasian juga akhirnya.
Akhirnya memang duit satu meter kubik itu tinggal cerita saja. Simbah kasih solusi. Kandang ayam milik Kruwil simbah minta untuk simbah isi ayam potong. Waktu itu simbah masih co-ass. Kandang ayam si Kruwil simbah isi 6 ribu ekor ayam potong kerjasama dengan satu pabrik pakan ternak. Alhamdulillah, dalam 35 hari simbah dapat untung hampir 8 juta. Urusan utang selesai. Hanya tinggal pernik-pernik kecil yang belum selesai.
Herannya saat ini korban Harta Karun Bung Karno itu masih berjatuhan dimana-mana. Rata-rata korbannya orang yang kepepet dan pingin jalan pintas. Sampai-sampai menteri agama pun ikut suargo mrucut neroko katut.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;